TULISAN TANGAN Tulisan tangan adalah kemampuan yang tidak terlalu tampak, tetapi kini tidak lagi begitu diperlukan. Meskipun demikian, anak haruslah menulis secara benar, mudah dan cukup cepat agar dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Orang dewasa yang mengalami kekurangan pada kemampuan tersebut kemungkinan akan dapat berperan dalam dunia bisnis dan professional hanya jika mereka memiliki sekretaris yang handal atau memiliki ketangkasan dalam mengetik. Kasihan, bagi para tukang obat yang harus membaca tulisan reseo dari dokter, atau seorang sekretaris yang harus susah payah membaca surat dari seorang pengacara yang tulisannya kacau. Kita harus mampu mengekspresikan pikiran kita ke dalam bentuk tulisan jika kita ingin membaginya kepada orang lain, baik dalam bentuk surat maupun artikel dengan menggunakan kata-kata kita sendiri. Tentu saja beberapa dari kita lebih ahli dibanding yang lain dalam hal ini. Lebih dari itu, banyak anak yang memiliki kemampuan verbal yang sangat baik namun akan kesulitan bila harus mengungkapkan sesuatu ke dalam tulisan tangan, serta memiliki keterbatasan dalam cara mengekspresikan kata-katanya. Untuk beberapa tahun, sekolah2 yang menyediakan program perbaikan bagi anak yang memiliki kesulitan belajar lebih berfokus pada area membaca. Hal itu wajar, karena pembelajaran diawali dengan membaca, mengeja dan menulis. Sekolah2 kini memasukkan 2 unsur tersebut pada program belajar mereka. Huruf cetak, diajarkan pada kelas 1 dan 2, sedangkan tulisan sambung umumnya diberikan pada kelas 3. Beberapa pendidikan khusus lebih menyukai hanya mengajarkan tulisan sambung saja karena itu lebih berpola dan membuat mereka menulis lebih rapih dan tertata sehingga jarak ada tulisan yang terbalik balik. Tidak semua orang setuju dengan teori ini dan beberapa mungkin akan berpikir bahwa tulisan cetak lebih mudah untuk diajarkan. Sebagian besar pendidik menemukan bahwa mengajarkan tulisan cetak lebih nudah untuk anak2 yg memiliki kesulitan dalam menulis. Sebagai variasi dalam semua kemampuan dan ketidakmampuan dalam belajar, kami tunjukkan dlam gambar berikut, perbedaan yang mencolok dari tingkatan kemampuan anak dalam menulis tangan. Contoh tulisan di bawah ini diambil dari anak dengan hambatan menulis ringan sampai berat. Contoh tulisannya ada di hal 152 yaaa……! Untuk memudahkan pembelajaran yang komplek dari menulis, kami akan menjelaskan 4 kelompok dari jenis hambatan menulis serta cara2 mengatasinya: 1. Kerusakan otak Beberapa anak yang mengalami kerusakan otak akibat kecelakaan atau virus penyakit akan menunjukkan koordinasi tangan yang sangat buruk. Mereka tidak dapat menggabungkan gerakan2 tangan, mereka biasanya mengalami ketegangan dan terlihat kaku pada saat menulis diatas kertas. Mereka juda tidak dapat memegang pensil dengan benar. Anak2 seperti ini, sangat kesulitan untuk diajari dan beberapa membutuhkan sekolah khusus yang memiliki pelatih yg professional. 2. Anak dengan Hambatan menulis sedang Masalah anak2 seperti ini tidak jauh berbeda dg jenis kelompok pertama diatas, tetapi mereka digolongkan pada hambatan menulis ringan. Mereka menulis sangat lambat dan tidak sesuai. Peter contohnya, ia anak yang berbakat dalam membaca dengan iq 145 adalah contoh anak dalam kategori ini. Meskipun dia berbicara dengan fasih, dia mengalami kesulitan dalam merangkai kata2. Dia hanya mampu menulis beberapa kata dg kalimat yang pendek. Setelah beberapa tahun bekerja dengan tulisan tangannya, dan dia akan kesulitan dalam merangkai kalimat yang lebih panjang. 3. Anak dengan hambatan menulis Ringan Anak dalam kelompok ini tidak memiliki hambatan menulis seperti kedua kelompok diatas, tetapi biasanya tulisan mereka sangat miring. Mereka menunjukkan kecenderungan yang sama seperti anak dengan cacat fisik. Banyak dari mereka sangat cerdas dan berpikir melewati kemampuan anak seusia mereka dlm hal mengungkapkan tulisan mereka. Mereka tidak dapat menulis dengan baik jika mereka menulis dengan lambat. Beberapa anak yang memiliki masalah menulis, seperti harus menulis dengan gerakan cepat seperti orang yang cemas. 4. Anak dengan tangann Kidal Anak dalam kelompok ini, seringnya cepat lelah dengan hasil tulisan yang sangat buruk. MACAM2 METODE PENGAJARAN MENULIS Kebanyakan anak dengan hambatan belajar dalam kelompok ini memiliki koordinasi otot yang buruk dan mengalami kesulitan dalam membentuk huruf2. Dalam sebagian kesempatan, mereka tidak siap untuk mengikuti kegiatan menulis ketika mereka memasuki dunia sekolah. Ada ketidakmampuan membaca pada anak, seperti pada ketidakmampuan menulis. Ha2l itu termasuk seperti: membedakan bentuk huruf, bunyi huruf, ingatan cara membentuk huruf dan persamaan dari bunyi serta simbol2 yang mirip. Menulis kata2 adalah tugas yang komplek. Coba bayangkan kasus Robet, yang baru mulai belajar untuk menulis, tentulah ia membutuhkan koordinasi motorik halus untuk menuliskan sebuah huruf. Dia juga membutuhkan kemampuan untuk mengingat seperti apa huruf2 dan bagaimana cara membuat huruf itu, serta petunjuk yang harus ia ikuti untuk membuat spasinya. Lebih dari itu, saat ia belajar untuk mengeja, dia juga harus mengingat bagaimana bunyi dari tiap huruf yang ia baca tersebut. Dalam mengajar mengembangkan kemampuan koordinasi motorik anak, kita mengawalinya dengan melatih motorik kasar terlebih dahulu. Kita harus mulai mengajarkan menulis dengan gerakan2 /bentuk tulisan yg besar lebih dulu, sebelum anak mampu menulis dalam bentuk huruf yang lebih kecil. Di bawah ini langkah2 yang dapat membantu anak mengembangkan kemampuan menulisnya. PERSIAPAN MENULIS 1. Menulis diatas permukaan yang luas seperti papan tulis atau meja yang dilapisi kertas besar. Mintalah anak membuat dengan cara menggerakkan seluruh lengannya menggunakan spidol berwarna atau kapur. Pilih bentuk2 yang merupakan komposisi dari bentuk huruf atau angka yang diinginkan, seperti: —-) contoh bentuknya ada di halaman 154 poin 1 yaa… 2. Lakukan kegiatan dibawah ini diatas sebuah kertas yang lebar atau papan tulis. Mintalah anak untuk meletakkan sikunya disamping dan gunakan lengan depanngya untuk melatih membuat bentuk2 horizontal (garis mendatar) dan garis vertical (garis tegak lurus), contoh: —) contohnya ada di hal 154 poin 2 yaa… 3. Ketika anak telah siap menggunakan pergelangan tangannya, mintalah dia untuk menggambar lingkaran kecil dengan 2 petunjuk berikut ini: —) contoh gambarnya ada di hal 155 yg paling atas…. MENULIS HURUF2 1. Mintalah anak untuk memulai membuat bentuk huruf2 dengan lingkaran2 setengah dan lingkaran penuh sebagai langkah awal untuk membentuk huruf o, a, c dst…. (contoh gambarnya ada di hal 155 no.1) 2. Petunjuk akan lebih mudah dipahami jika huruf dan angka2 dituliskan dengan huruf kecil, sebagai contoh: Huruf dan angka2 yang terdiri dari lingkaran: o, c, a, g, d, 0, 9 Huruf2 kecil yang diawali dengan garis lurus: m, n, r Huruf2 yang tinggi dan diawali oleh garis lurus: l, t, h, b, k Huruf2 dengan garis miring: k, v, w, x, y, z Angka2 dengan garis lengkung: 6, 8, 3, 5 TULISAN TEGAK BERSAMBUNG Tulisan tegak bersambung diajarkan dengan tahapan yang sama seperti tulisan cetak, yakni mulai dari ukuran besar ke ukuran yang kecil. Dari bentuk dan ukuran besar ke ukuran yang lebih kecil. Penting juga untuk memeberikan petunjuk awal kepada anak bagaimana cara membuatnya. Dalam tulisan tegak bersambung, pola ayunan pensil sangat penting untuk membentuk huruf secara benar. Latihan yang baik ialah dengan menuliskan huruf per huruf secara sambung diatas satu kertas. Di mulai dari huruf kecil, ke huruf kapital sambung. Contoh tulisannya ada di halaman 156 ya…. TULISAN TANGAN KIDAL Tulisan kidal dapat dilatih semudah mengajar tulisan tangan kanan, selama si anak tidak mengikuti “program pelatihan tulisan khusus untuk anak dengan tangan kanan”. Tipe orang yang menulis dengan tangan kiri harus meletakkaan posisi kertasnya pada arah yang berlawanan dari arah kertas orang yang menulis dengan tangan kanan, dan ia harus memegang pensilnya sekitar 1 sampai beberapa inci dari ujung pensil, agar pandangannya tidak tertutupi oleh tangannya. Ketika akan mulai menulis, gagang pensil yang besar dengan ujung tumpul lebih baik untuk digunakan bila dibandingkan dengan pulpen yang berujung bulat. Si tangan kidal, umumnya menulis dengan cara memiringkan punggung tangannya, untuk membantu anak menjaga arah tulisannya agar Rapih, dia dapat menggunakan kertas dengan garis yang miring miring pula. Terkadang, garis penuntun tulisan yang berada diatas kertas/kartu sangat penting dan berpengaruh. (untuk beberapa orang kidal, menulis dengan posisi kertas yang lurus dirasa lebih nyaman) ……contoh tulisan tangan kiri/kidal ada di halaman 157 yaa….. MASALAH2 HAMBATAN MENULIS YANG LAIN 1. Cara memegang pensil yang kurang baik dan benar. 2. Posisi menulis yang salah. Ketika anak mengerjakan tulisan/tugas diluar kelas atau di tempat yang terbuka, posisi atau tempat menulis sering diabaikan. Mereka tidak menggunakan posisi menulis yang sesuai; mereka terkadang menulis diatas lantai atau di dinding. 3. Masalah jarak/spasi: Huruf2 yang tidak berada tepat di dalam garis buku Huruf2 yang tidak dituliskan pada posisi yang benar Huruuf2 dan kata2 ditulis dengan spasi yang kurang tepat; terkadang terlalu rapat atau terlalu renggang. Kata2 dituliskan melewati batas sisi kertas 4. Masalah pada bentuk huruf2 yang mirip: terbalik antara huruf b dan d, atau n dengan u. 5. Ingatan huruf yang lemah, contoh: kesulitan untuk mengingat cara membentuk suatu huruf. Masalah ini sama seperti kasus dimana seseorang tidak dapat mengingat untuk membelokkan setir mobil pada saat harus memarkir. TEKNIK UNTUK MENGATASI MASALAH2 DIATAS –) Untuk memperbaiki cara memegang pensil yang salah Untuk orang dewasa, mempelajari cara ini akan lebih sulit, jika ia mengalami kesulitan untuk memperbaikinya sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Selanjutnya yang perlu dilakukan si pengajar adalah menunjukkan cara memegang pensil yang baik dah benar kepada anak. Berikan krayon atau pensil yang besar, atau gabungkan gagang pensil dengan ukuran pensil yang lebih besar atau ganti ujung pensil dengan ukuran yang lebih besar. ¬-¬-) Untuk memperbaiki posisi saat menulis Posisi tubuh yang sesuai harus selalu diperhatikan. Tunjukkan kepada anak posisi yang benar dari tubuh, lengan dan tangan serta kemiringan kertas yang baik pada saat menulis. Untuk posisi si tangan kanan dan tangan kiri: gambarnya ada di halaman 159 ¬¬¬–) Untuk mengatasi masalah spasi/ jarak huruf Jika anak kesulitan menulis berada di dalam garis, buatlah garis batas menjadi lebih tebal atau dengan menggunakan warna-warna terang (hitam/ merah). Sehingga anak akan melihat dan mengetahui dimana huruf2 itu harus diletakkan. Gunting kertas bentuk kotak dan lubangi bagian tengahnya dan letakkan diantara huruf2 yang dituliskan. Sehingga huruf2 tersebut berada di dalam lubang kartuu tadi dan anak dapat melihat batas jelas dari letak huruf dengan menggunakan kartu tersebut. Bila ia tidak dapat membentuk huruf2 tersebut dengan posisi yang benar, terlalu kebawah atau terlalu keatas, berikan ia kertas dengan garis buku yang berwarna dan berikan pelatihan individu/ khusus. Jika ia kesulitan dalam memberikan jarak antara huruf yang satu dengan yang lainnya pada saat menuliskan sebuah kata, mintalah ia untuk menuliskan 1 huruf di dalam kartu. Di setiap tugas menulis, tunjukkan seberapa jarak dari tiap huruf ke huruf harus dituliskan. Minta anak meletakkan jarinya diantara setiap kata yang ia tulis. (hal ini akan membantu ketika tulisannya dirasa terlalu rapat atau terlalu renggang. Minta ia untuk menuliskan nama atau alamatnya di atas amplop atau kertas lain yang tidak bergaris untuk melatih anak menentukan jarak yang sesuai saat menulis. Minta anak menuliskan angka2 atau huruf2 dalam kertas persegi atau persegi panjang. Hal ini mungkin akan memakan waktu yang ckup lama, sehingga beberapa anak mungkin akan suka namun beberapa tidak menyukainya. Jika anak menulis keluar dari batas garis ketika menuliskan sebuah kalimat atau karangan, tandai garis tersebut dengan warna gelap atau spidol berwarna. ¬-¬-) Untuk memperbaiki arah penulisan huruf Mintalah anak untuk meraba bentuk huruf yang dibuat timbul seraya menyebutkan nama hurufnya, minta anak menutup matanya dan rabalah huruf tersebut sambil menyebutkan nama huruf tersebut, kemudian minta ia untuk menuliskannya kembali ke atas kertas. Mintalah anak untuk menuliskan bentuk huruf dengan jarinya diatas meja, tutup matanya, lalu lakukan menulis diatas udara, lalu kemudian tuliskan diatas kertas. Minta anak untuk menghadap kearah papan tulis, tuliskan sebuah huruf dengan jarinya. –) Untuk meningkatkan kemampuan ingatan motorik Seorang anak mungkin sudah memahami semua huruf dalam alfhabet dan mengetahui nama dan bunyinya. Walau begitu, ketika ia ingin menuliskannya tanpa melihat bentuk hurufnya ia lupa bagaimana cara membentuknya. Dia membuat dengan cara dia sendiri. Pilih pendekatan menulis yang sistematik. Latihlah beberapa huruf dalam suatu waktu Fokuskan bagaimana langkah awal serta arah dan bentuk dari tiap huruf. Gunakan metode taktil, jika anak memang lebih dominan menggunakan indra perabanya saat belajar. Lakukan banyak latihan menulis huruf, dan lanjutkan dengan bentuk arah huruf. Ketika hambatan ingatan motorik untuk membentuk huruf pada anak diakibatkan oleh kesulitan menulis tinngkat berat, masalahnya tidak selalu terletak pada pemahaman. Contohnya pada kasus Scooty, ia seorang anak cerdas, kreatif, dan manja berusia sembilan tahun. Ia memilki kesulitan menulis cetak sejak ia di taman kanak-kanak. Psikolog di sekolah serta guru remedialnya memberikan ia tes menulis huruf, dan menemukan permasalahan bahwa ia tidak dapat memahami dan mengingat nama-nama huruf itu diakibatkan oleh koordinasi otot yang buruk. Sebagai hasilnya, Scooty menghabiskan banyak waktu di sekolah untuk meniru bentuk dan melakukan latihan untuk menguatkan kemampuan motorik halus. Hasil diagnosis diluar sekolah menjelaskan bahwa kemampuan motorik halus Scooty sangat baik, dia mampu meniru bentuk huruf dengan akurat, dan dia mampu menggambar serta mewarnai dengan sangat baik. singkatnya, Scooty sangatlah berbakat, tetapi terhambat oleh ketidakmampuan untuk mengingat kembali dan membuat berbagai macam huruf. Kesulitan pada menulis dapat memberi dampak emosional. Anak yang tidak mampu menulis atau mengarang panjang seringnya merasa terbebani dengan dengan panjangnya paragraf. Mereka melakukan kesalahan pada struktur kalimat, tanda baca, dan tulisannya menjadi kacau dan kertasnya menjadi kotor. Dahulu kala, para orangtua dan guru tidak terlalu peduli pada masalah ini dan hanya berpikir bahwa anak mereka itu malas dan bodoh. Ketika ibunya Eddie diberikan penjelasan tentang masalah menulis pada anaknya, ia sampai menangis. Dia tadinya berpikir bahwa anaknya hanya malas. “Saya berpikir pasti ada yang salah” dia mengatakan, berapa kalipun saya menyuruh ia untuk meniru huruf di kertasnya, ia selalu melakukan kesalahan dan membuatnya tulisan miring dan kami selalu mengakhiri pelajaran tersebut dengan saling berteriak.” Seperti ibunya Eddie, banyak guru di waktu lalu berpikir bahwa kertas yang kotor adalah hasil dari kemalasan dan ketidaktelitian anak. Sekarang kebanyakan dari mereka paham harus membatasi instruksi menulis dan mengizinkan mereka untuk berbicara langsung atau membuat laporan dalam bentuk ketikan. Pendamping bekerja sama dengan orang tua untuk membicarakan dengan guru kelas untuk mengurangi tugas-tugas di sekolah. Mereka harus memberikan murid mereka yang memiliki kesulitan menulis kursus menulis. Beberapa anak yang lebih muda lebih memilih tulisan cetak, dan hal ini harus di ijinkan jika memang ia lebih nyaman dan memudahkan mereka. Anak yang lebih muda biasanya akan merasa malu, ketika mereka menuliskan tulisan dengan miring. Pendamping dan guru harus bisa menerima hambatan yang murid mereka miliki dan berusaha untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply